Diagram relasi antar tabel untuk studi kasus Manajemen Inventori & Penjualan:
Kasus: Menggabungkan MASTER_PRODUCT dan STOCK_PRODUCT untuk menampilkan nama produk yang stoknya di bawah 10 unit.
Kasus: Menampilkan detail transaksi dari TRANSAKSI_PENJUALAN lengkap dengan nama produk dan nama periode dari MASTER_PERIOD untuk tahun 2024.
Kasus: Menghitung total qty penjualan per kategori produk. Hanya tampilkan kategori yang total penjualannya melebihi 500 unit (HAVING).
Kasus: Menampilkan daftar produk yang belum pernah terjual sama sekali di periode berjalan menggunakan NOT IN atau NOT EXISTS.
Kasus: Menampilkan transaksi terakhir untuk setiap produk beserta selisih harga jualnya terhadap harga dasar di MASTER_PRODUCT.
Kasus: Membuat klasifikasi performa penjualan (High, Medium, Low) berdasarkan pencapaian target stok yang dinamis di berbagai gudang.
Kasus A: Memberikan peringkat (Ranking) produk terlaris per kategori di setiap bulan menggunakan DENSE_RANK() untuk menghindari lompatan angka peringkat.
Kasus B: Menampilkan struktur organisasi kategori (Hierarki) dari Level Utama hingga Sub-kategori terdalam secara rekursif dalam satu tampilan pohon.
Kasus A: Menghitung pertumbuhan persentase penjualan bulan ke bulan (MoM Growth) dengan membandingkan baris saat ini dan sebelumnya menggunakan LAG().
Kasus B: Membuat generator tanggal otomatis secara rekursif untuk mengisi celah (gap) pada hari di mana tidak ada transaksi penjualan sama sekali agar laporan stok tetap kontinu.
Kasus A: Melakukan transformasi data transaksi (baris) menjadi laporan perbandingan stok tahunan dalam bentuk kolom (Januari - Desember) secara dinamis.
Kasus B: Menelusuri jalur distribusi barang dari Gudang Utama melalui berbagai Hub Logistik hingga ke Retailer untuk menghitung akumulasi biaya angkut.
Kasus A: Deteksi anomali stok pada jutaan data dengan membandingkan mutasi transaksi harian terhadap saldo akhir di periode yang telah ditutup (Closed Period).
Kasus B: Implementasi logika FIFO (First-In, First-Out) secara rekursif untuk menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) berdasarkan urutan batch stok yang masuk.